HAPPY B’ DAY MY SOON….

September 1st, 2009 by daffaaqila

Terima kasih ya Allah, hari ini genap setahun yang lalu Engkau telah berikan kepada hamba-Mu ini rizqi yang sangat berarti dalam hidupku. Terima kasih ya Allah….,

Selamat Ulang taun Adhe Aufa (M. Aufa Ramdhan Syahnanda) 01/09. Dari Ayah, Mama, dan Mas Daffa.

HAPPY B DAY MY SOON….

Agustus 25th, 2009 by daffaaqila

Happy B Day my Soon 26 Agustus 2009 (Ke-5),

Smoga slalu sayang  Ayah, Mama dan Adhe Ofa…..

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

September 26th, 2008 by daffaaqila

Kami Sekeluarga Mengucapkan ……………..

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H

Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Alhamdulillah…….

September 4th, 2008 by daffaaqila
s4021320.jpg
s4021321.jpg

Alhamdulillah yang lama dinanti-nantikan akhirnya datang juga…..

Kebahagiaan yang kudapatkan dengan :

Telah lahirnya putra kami ke-2 pada hari Senin 01 September 2008 (01 Ramadhan 1429 H) Pkl. 17.03 WIB, BB. 3,12 Kg dan Pj. 50 cm. Dengan nama : M. Aufa Ramdhan Syahnanda

Terimakasih ya Allah atas limpahan rizqi yang Kau berikan…..Amien.

Met Ultah ke-4

Agustus 26th, 2008 by daffaaqila
tp-02.jpg

Met ulang taun mas daffa……

Maaf ya ayah ndak bisa menemani mas daffa….karena jarak dan waktu.

Harapan ayah kelak mas daffa bisa menjadi kebanggaan keluarga, sukses dunia dan akherat. Amien.

Happy B’Day My Son….

Agustus 25th, 2008 by daffaaqila
ultah-04.jpg

Ini Ultah mas daffa ke-2……… (2 tahun yang lalu).

Besok mas daffa ultah yang ke-4. Selamat Ulang tahun ya…….

Moga menjadi anak yang sholeh……..

A Very Good Advice

Agustus 22nd, 2008 by daffaaqila

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam semetara si petani memikirkan apa yang harus dilakukannya.
Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.
Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.
Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.
Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri !
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala macam tanah dan kotoran.
Cara untuk keluar dari ’sumur’ (kesedihan, masalah,dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita) dan melangkah naik dari ’sumur’ dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.
Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah.
Kita dapat keluar dari ’sumur’ yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah !
Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :
1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Tersenyumlah
6. Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum

Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan,maka aku meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama.
“Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kita yang terburuk, inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini !

Bila Ibu Boleh Memilih

Agustus 22nd, 2008 by daffaaqila

Anakku,
Bila Ibu boleh memilih
Apakah Ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu
Maka Ibu akan memilih mengandungmu…
Karena dalam mengandungmu Ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak… engkau hidup di perut Ibu
Engkau ikut kemanapun Ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung Ibu berdetak karena kebahagiaan
Engkau menendang rahim Ibu ketika engkau merasa tidak nyaman, karena Ibu
kecewa dan berurai air mata…

Anakku…
Bila Ibu boleh memilih apakah Ibu harus operasi Caesar, atau Ibu harus
berjuang melahirkanmu
Maka Ibu memilih berjuang melahirkanmu
Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu
Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga
Karena kedahsyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat
Ibu rasakan
Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua
Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit,
Yang tak pernah bisa Ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah dunia
Saat itulah… saat paling membahagiakan
Segala sakit & derita sirna melihat dirimu yang merah,
Mendengarkan Ayahmu mengumandangkan Adzan,
Kalimat Syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita
Rasulullah di telinga mungilmu

Anakku…
Bila Ibu boleh memilih apakah Ibu berdada indah, atau harus bangun tengah
malam untuk menyusuimu,
Maka Ibu memilih menyusuimu,
Karena dengan menyusuimu Ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan
dan tegukan-tegukan yang sangat berharga
Merasakan kehangatan bibir dan badanmu di dada Ibu dalam kantuk Ibu,
Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

Anakku,
Bila Ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat
Atau duduk di lantai menemanimu menempelkan puzzle
Maka Ibu memilih bermain puzzle denganmu

Tetapi anakku…
Hidup memang pilihan…
Jika dengan pilihan Ibu, engkau merasa sepi dan merana
Maka maafkanlah nak…
Maafkan Ibu…
Maafkan Ibu…
Percayalah nak, Ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita,
agar tidak ada satu kepingpun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang
Percayalah nak…
Sepi dan ranamu adalah sebagian duka Ibu
Percayalah nak…
Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa Ibu…

Jakarta, 21 Agustus 2004
Ratih Sanggarwati

Semut dan Lebah

Agustus 21st, 2008 by daffaaqila

”Orang yang cerdik dan berakal ialah orang yang memperhitungkan keadaan dirinya dan suka beramal untuk mencari bekal sesudah matinya, sedangkan orang yang lemah ialah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya dan mengharap-harapkan kemurahan atas Allah, yakni mengharap-harapkan kebahagiaan dan pengampunan di akhirat, tanpa beramal shaleh.” (HR Tirmidzi).
Kecerdikan seseorang tidak bisa kita ukur begitu saja dengan menggunakan takaran nilai, begitupun kelemahan seseorang tidak bisa kita nilai oleh raga. Namun, kecerdikan dan kelemahan seseorang dinilai dari pemanfaatan terhadap waktu yang begitu singkat ini. Orang yang bisa memanfaatkan waktu yang amat singkat untuk bekal kehidupan, dia akan menjadi orang yang beruntung.
Alam memberi analogi pada kita dengan contoh perilaku dua ekor hewan yang mempunyai sifat hampir sama dengan apa yang dimaksud oleh hadis di atas. Pertama, semut (annaml), yang selalu bekerja keras mengumpulkan makanan tanpa henti. Mereka mengumpulkan makanan sebanyak mungkin, padahal makanan tersebut takkan bisa mereka habiskan sampai mereka mati, tetapi mereka tetap bekerja.
Kedua adalah lebah (an-nahl), yang memiliki naluri yang dalam bahasa Alquran disebut, ”Atas perintah Tuhan ia memilih gunung dan pohon-pohon sebagai tempat tinggal.” (QS An-Nahl [16]: 68). Dan lebah selalu memperhitungkan keadaan dirinya, sehingga yang tidak bermanfaat bagi dirinya selalu ditinggalkan.
Lebah juga binatang yang bisa memberikan manfaat bagi makhluk lain, berupa madu yang dihasilkannya. Tak salah jika Rasulullah SAW pernah mengibaratkan seorang Muslim itu seperti seekor lebah, ”Tidak makan kecuali yang baik-baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat, jika menimpa sesuatu tidak merusak, dan tidak pula memecahkannya.” Itulah lebah.
Contoh perilaku kedua hewan di atas menjelaskan bahwa yang disebut orang yang cerdik adalah ibarat lebah yang selalu memberikan manfaat bagi yang lain. Sedangkan, contoh orang yang lemah diibaratkan seperti perilaku semut yang selalu menuruti hawa nafsunya. Apa yang dikumpulkannya tidak selalu bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, sehingga mereka menjadi makhluk yang merugi. Wallahu a’lam bish-shawab.

Berpikir dan Bertindak Demi Hari Esok

Agustus 21st, 2008 by daffaaqila

Jika Anda lebih menginginkan keberhasilan, Anda dapat memilikinya. Masa depan Anda dapat menjadi lebih cerah daripada semua yang Anda inginkan. Karena cara berpikir Anda mencerminkan cara Anda bertindak. Dan cara Anda bertindak menentukan bagaimana masa depan yang akan terbentang di depan Anda. (Vernon Howard).
Pada suatu hari Bahlul sedang berjalan-jalan di sebuah jalan di kota Basrah. Tiba-tiba, ia melihat anak-anak tengah bermain dengan buah kemiri dan pala. Namun, di sana ada seorang anak yang hanya menonton teman-temannya sambil menangis. Bahlul menghampirinya dan berkata dalam hati, “Anak ini bersedih karena tidak memiliki mainan seperti yang dimiliki oleh anak-anak yang lain.” Kemudian Bahlul berkata kepadanya, “Anakku, mengapa kamu menangis? Maukah aku belikan buah kemiri dan pala, sehingga kamu dapat bermain dengan teman-temanmu?”
Anak itu menatap Bahlul, lalu menjawab: “Hai orang yang kurang cerdas, kita diciptakan bukan untuk bermain-main.” “Lalu untuk apa kita diciptakan?” tanya Bahlul. Anak kecil itu menjawab, “Untuk belajar dan beribadah.” Bahlul bertanya lagi, “Dari mana kamu memperoleh jawaban itu? Kiranya Allah memberkatimu”.
Dia menjawab, “Dari firman Allah dalam QS Al-Mu’minun ayat 116, Apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakanmu untuk bermain-main dan bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
Kisah antara Bahlul dan seorang anak itu, memberikan pelajaran bagi siapa pun. Bahwa manusia diciptakan untuk belajar dan beribadah. Demikian pula halnya dengan kehidupan berkeluarga. Kita tentu semata-mata harus membangunnya di atas dasar koridor belajar dan beribadah kepada Allah.
Betul, kalau setiap anak itu butuh bermain dalam hidupnya. Namun, tentu bermain yang mengandung dan mengarahkan si anak kepada proses belajar membangun aktivitas beribadah kepada Allah SWT. Apalagi, saat ini di sekitar kita begitu banyak tersebar aneka fasilitas dan informasi bermain yang ditawarkan pada anak-anak. Yang kadangkala kalau orang tua tidak hati-hati, permainan itu tidak islami dan bisa merusak akidah anak kita.
Di sinilah, barangkali perlunya peran serta dan kemampuan pola kebijakan orang tua dalam memilih teman bermain anak-anaknya. Dan sebenarnya, inti dari belajar itu adalah berpikir dan bertindak. Bukankah, perilaku yang diperbuat oleh tiap manusia, semata-mata diawali dari sebuah niat dan pola pikir dalam hati dan akalnya. Untuk itu, tiap orang tua dituntut agar niat dan akal anak-anaknya harus ditata dan dibina dengan baik agar melahirkan perbuatan yang dapat menjadi bekal dan penyelamat dalam menyongsong masa depannya.
Jadi, berpikir dan bertindak ini jelas-jelas akan menjadi kunci keberhasilan dari apa-apa yang kita inginkan, termasuk dalam pembentukan keluarga sakinah. Dalam hal ini, Vernon Howard mengungkapkan, jika Anda lebih menginginkan keberhasilan, Anda dapat memilikinya. Masa depan Anda dapat menjadi lebih cerah daripada semua yang Anda inginkan. Karena cara berpikir Anda mencerminkan cara Anda bertindak. Dan cara Anda bertindak menentukan bagaimana masa depan yang akan terbentang di depan Anda.
Untuk itu, bangunlah setiap saat pola pikir dan tindakan anak-anak kita sesuai etika dan perilaku islami. Karena menurut John Kehoe, melalui pengulangan, pikiran menjadi terpusat dan terarah serta kemampuannya dapat berlipat ganda setiap saat. Semakin sering diulang, semakin banyak tenaga dan kekuatan yang terkumpul dan semakin siap untuk diwujudkan.
Akhirnya, tidak ada jalan lain untuk menyongsong hari esok, selain setiap anggota keluarga Muslim harus betul-betul menyadari bahwa dalam hidup ini, kita harus memperhatikan bekal-bekal apa saja yang telah dipersiapkan dan diperbuat bagi kehidupan di hari esok. Allah berfirman, “dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)” (QS. Al-Hasyr: 18). Wallahu a’lam.